ACRO Di Kontes Robot Cerdas Indonesia
SURABAYA – Kemeriahan Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KCRI) 2011 Regional 4 yang diadakan tanggal 7-8 Mei di Gedung Pusat Robotika Politeknik Elektro Negeri Surabaya (PENS) ITS berakhir sudah. Meskipun dibalik kemeriahan itu Tim ACRO belum bisa lolos ke Kontes Robot Nasional yang akan diselenggarakan di Kota Jogjakarta. Namun, masih mensisakan kebanggaan dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang dapat mewakilkan Tim ACRO dalam ajang KCRI, meskipun berbasis pertanian yang notabene bukan bidangnya.
ACRO (Agriculture Robotic) merupakan wadah bagi mahasiswa FTP yang minat dengan bidang robotika berbasis pertanian yang dinaungi oleh HIMATETA (Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian) FTP. Dalam KCRI tahun ini, Tim ACRO bertanding dalam divisi battle, salah satu divisi dalam KCRI. Divisi ini hanya menandingkan 8 robot yang berasal dari tim robot universitas-universitas regional 4 KRI dan KCRI 2011 termasuk UB, hal ini berbeda dengan divisi-divisi lain yang ditandingkan, seperti divisi pemadam api beroda dan divisi pemadam api berkaki serta KRI dengan tema “Larungan” yang dapat menghasilkan puluhan robot yang ditandingkan.
Robot yang ditandingkan dalam divisi battle yaitu robbo soccer atau robot sepak bola. Peminat divisi ini sedikit selaras dengan pembuatan robot sepak bola itu sendiri. Robbo soccer memiliki kesulitan kompleks dalam pembuatan robotnya, berbeda dengan robot-robot lain yang ditandingkan. ACRO dengan tim robotnya dapat membuat satu robbo soccer yang dinamai “Gepeng” untuk ditandingkan diajang KCRI. “Pembuatan robot ini (robbo soccer) sangat sulit, untuk dapat berdiri dan berjalan tidak terjatuh saja sudah merupakan prestasi.” kata Endra Pitowarno, juri KCRI divisi battle robbo soccer.
Grup Neraka
Divisi battle dibagi 2 grup, grup A dan B. Tim ACRO berada dalam grup B bersama tim robot PENS dan Unesa (Universitas Negeri Surabaya), tim unggulan dalam kontes robotika di Indonesia. Harapan besar sudah ditaruhkan pada pertandingan babak penyisihan pertama, dengan memenangkan pertandingan pertama melawan tim robot Politeknik Banyuwangi dengan robot “Triton”. Ada tiga pertandingan babak penyisihan yang akan saling bertemu antar tim dalam satu grup.
Tim ACRO dapat mengungguli robot “Triton”, meskipun tidak dapat mencetak gol. Tim ACRO dengan robot “Gepeng” berjalan jauh mendekati bola meskipun dengan pelan tanpa terjatuh, sehingga pertandingan dimenangkan oleh Tim ACRO.
Pada pertandingan kedua dan ketiga Tim ACRO tidak dapat memenangi pertandingan, sehingga tidak dapat lolos ke babak selanjutnya. Pada pertandingan kedua, robot “Gepeng” sempat terjatuh dan diungguli oleh robot Tim Unesa “Dewo” dengan menyentuh bola, meskipun tanpa menendang dan gol yang tercipta. Begitu pula pada pertandingan ketiga, Tim ACRO dapat berjalan lancar tanpa terjatuh namun robot Tim PENS dapat menendang tanpa gol juga, sehingga memenangkan pertandingan tersebut.
Ketidak-lolosan Tim ACRO bukan berarti tidak berprestasi, robbo soccer “Gepeng” dibuat secara mandiri (tidak menggunakan robot rakitan yang diproduksi pabrikan). Optimisme meloloskan robot ACRO dalam ajang nasional masih membara dan merupakan cita-cita besar yang terus diwujudkan untuk nama besar UB dan FTP, serta Jurusan Keteknikan Pertanian khususnya. Seperti diutarakan Erfizal Bandar, Ketua Umum ACRO “Kita tidak bisa lolos tahun ini, tahun depan kita pasti bisa lolos dan Jaya Robot Pribumi!”. (ybp)

