Lompat ke isi
Agustus 16, 2011 / lpmtechno

TECHNO POS (15/8) – Upacara Pembukaan PK2MU Jilid I

Download TECHNO POS 15 Agustus 2011 

MALANG – Keriuhan lapangan Rektorat Universitas Brawijaya (UB) terlihat pada senin pagi 15 Agustus 2011, dimana telah berlangsung kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PKKMU) 2011. Acara dibuka dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB yang sebelumnya dilakukan persiapan setengah jam sebelum upacara berlangsung. Upacara diikuti oleh ±6500 mahasiswa baru yang terdiri dari 12 cluster yang berasal dari mahasiswa baru kampus Malang dan Kediri. Upacara PKKMU tahun ini Nampak berbeda dengan tahun lalu. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pembagian jumlah mahasiswa baru menjadi dua kloter, kloter pertama yang terdiri dari cluster 1-12 mengikuti upacara hari ini (15/08) dan cluster 13-24 selasa (16/08). Berdasarkan sumber dari website resmi UB, saat kloter pertama mahasiswa baru melaksanakan upacara pembukaan maka kloter kedua diliburkan dan sebaliknya. Jumlah keseluruhan MABA yang diterima oleh UB yaitu 13815 dari kampus Malang dan 381 dari kampus Kediri. Kampus Kediri Brawijaya merupakan kampus baru yang didirikan Brawijaya, terdiri dari 9 fakultas ekonomi, ilmu sosial dan ilmu politik, hukum, ilmu budaya, kedokteran, teknologi pertanian, vokasi, pertanian dan perikanan.

Upacara dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito pukul 07.25 WIB. Selama upacara berlangsung terlihat banyaknya mahasiswa baru yang jatuh pingsan dan beberapa diantaranya terlihat pucat dan lemas serta MABA yang terlambat. Seperti yang dikatakan Ali salah satu dari anggota KSR (Korps Suka Rela, red) bahwa sakitnya mahasiswa baru diakibatkan karena capek fisik dan pikiran yang mereka alami dalam mempersiapkan kegiatan PKKMU. Sebagian besar sakit yang dialami MABA yaitu sakit perut dan pusing. Nampak kesibukan LAKESMA dan KSR menangani MABA sakit yang jumlahnya cukup banyak. Tidak sedikit dari mereka yang memerlukan penanganan lebih lanjut sehingga harus dilarikan ke poliklinik UB.

Pukul 08.00 dilakukan mobilisasi MABA dari lapangan Rektorat menuju keraton-keraton yang berada di GOR Pertamina dan gedung SAKRI (Samantha Krida, red). Saat mobilisasi berlangsung, Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) kembali berulah. Mahasiswa-mahasiswa tersebut merupakan panitia penjemputan MABA FT. Pakaian yang dikenakan tidak terlalu resmi dengan tambahan almamater, mereka melakukan aksi dalam bentuk longmarch dari depan FT sampai sebelah Widyaloka. Padahal menurut perjanjian dengan pihak rektorat, mereka hanya diperbolehkan sampai area sebelum Fakultas Hukum namun pada kenyataanya mahasiswa teknik maju hingga Widyaloka. Salah satu anggota BEM FT mengatakan aksi ini bertujuan untuk menunjukkan kepada Universitas Brawijaya bahwa mahasiswa teknik memiliki kepanitiaan sendiri serta ingin menunjukkan longmarch mereka untuk menjemput MABA FT. Kegiatan ini tidak berlangsung lama dan dapat berjalan dengan tertib sehingga tidak mengganggu jalannya upacara. Setelah tidak berhasil menembus blokade keamanan universitas, mahasiswa teknik akhirnya membubarkan diri.

Personil yang menangani jalannya PKKMU

Panitia yang dikerahkan untuk acara PKKMU kali ini berjumlah 600 panitia yang ditujukan untuk kelancaran jalannya acara. Namun, banyaknya panitia tidak menjamin keefektifan kepanitian sepenuhnya pada saat jalannya upacara. Hal ini terbukti dengan banyaknya panitia yang duduk-duduk dan mengobrol dengan santainya di sepanjang area UB selama proses upacara berlangsung. Hanya terlihat beberapa sie yang bekerja. Seperti pendamping, korlap dan kesehatan. Bahkan keamanan dalam kampus sendiri terlihat lebih lengang, terbukti dengan banyaknya orang-orang umum yang seharusnya tidak diperbolehkan memasuki area UB selama upacara berlangsung terlihat berkeliaran dan duduk di area Gazebo UB.

Pihak yang tidak kalah pentingnya yaitu panitia yang menangani masalah kesehatan MABA. Sekitar 25 orang tim medis dari fakultas kedokteran (LAKESMA) bekerjasama dengan si kesehatan dan Korps Sukarela UB (KSR-UB) dikerahkan untuk menangani mahasiswa baru tersebut. Tim medis tersebut dibagi ke dalam tiga area, yaitu di Perpustakaan UB, Widyaloka dan Gazebo UB agar mahasiswa yang kurang sehat dapat tertangani dengan cepat dan baik. (achie,dewi,vivi)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.