[TECHNO Freedom III]

Menengok Aktualisasi Kebebasan Pers Indonesia
KEBEBASAN PERS.jpg
“Negara tanpa pandangan kritis tidak dapat menjalankan misi untuk menyejahterakan rakyat, dan menjalankan negara yang baik dan adil.” –Jusuf Kalla

Tanggal 3 Mei diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Dunia. Dengan adanya hari tersebut, seharusnya kebebasan insan pers dapat terjamin. Namun faktanya, hal tersebut masih bagaikan impian. Di Indonesia beberapa hari yang lalu, masih saja terjadi pelanggaran hak pers, khususnya pers mahasiswa yang dilakukan oleh sebagian oknum polisi yang seharusnya bertugas mengayomi masyarakat. Hal tersebut menimpa dua orang jurnalis mahasiswa dari LPM Bursa Obrolan Mahasiswa (BOM) Institut Teknologi Medan (ITM) dan seorang aktivis dari Universitas Sumatera Utara (USU) yang secara legal dan sah menjalankan tugas untuk meliput aksi demonstrasi mahasiswa pada momen Hari Pendidikan Nasional beberapa hari yang lalu. Pada saat itu, ketiga jurnalis tersebut mendapatkan perlakuan yang sangat tidak manusiawi karena dianggap sebagai kelompok mahasiswa penyebab kericuhan yang terjadi pada aksi tersebut.

Dari kejadian tersebut, dapat diartikan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum mengerti maksud dari jaminan kebebasan pers dan cenderung tidak peduli terhadap kondisi pers di Indonesia. Pers, seharusnya memiliki hak dan mendapatkan perlindungan hukum dalam peliputan dan publikasi berita dan informasi tanpa adanya campur tangan dari siapapun termasuk instansi pemerintahan. Kebebasan pers dalam mencari dan mengumpulkan informasi juga telah diatur dalam Undang-undang, oleh karena itu, segala upaya pelanggaran terhadap kebebasan pers merupakan sebuah tindak pidana. Hanya saja, pada kenyataannya, undang-undang tersebut sering dianggap remeh dan bahkan dilanggar oleh penegak hukum itu sendiri. Kalau sudah begitu, kami sebagai insan pers, bisa apa?

Kebebasan pers juga dapat diartikan sebagai kebebasan berekspresi, beropini, dan bahkan mengkritisi kebijakan atau peristiwa yang sedang terjadi di masyarakat. Kebebasan pers sejatinya adalah bagian dari pilar demokrasi. Selain itu, pers juga memiliki kewajiban untuk membela kebenaran atau meluruskan penyimpangan yang sedang terjadi di lingkungan masyarakat sehingga dapat terciptanya keadilan, perdamaian, dan kemajuan pada suatu negara. Kebebasan pers tidak dapat ditawar, diintervensi, bahkan diganggu gugat oleh pihak manapun termasuk pemerintah. Kebebasan pers bersifat mutlak, dan harus dipenuhi oleh semua masyarakat, demi terwujudnya negara yang adil dan sejahtera.

Nafisatul L. Q.

PANITIA TECHNO PRESENT 2017

Sebuah tim adalah lebih dari sekedar sekumpulan orang. Ini adalah proses memberi dan menerima – Barbara Glacel & Emile Robert Jr

Berikut adalah daftar panitia Techno Present 2017.

DAFTAR PANITIA TP 17

Selamat berproses, belajar dan bekerjasama menyukseskan acara Techno Present 2017.

Cara tim yang memainkan secara keseluruhan adalah penentu keberhasilan. Anda mungkin memiliki banyak bintang individu terbesar di dunia, tetapi jika mereka tidak bermain bersama, tim tidak akan menjadi pemenang – Babe Ruth

Nb : Rapat Besar Perdana Akan diadakan Pada Selasa, 16 Mei 2017. Pukul 10.00 WIB

[OPINI]

UAS DIMAJUKAN, HARAP BERSABAR INI UJIAN!
Oleh : Fyantina Eka
Comic Strip : Rita Tri W

Ujian Akhir Semester (UAS.red) Genap Universitas Brawijaya (UB.red) tahun ajaran 2016/2017 resmi dimajukan setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Wakil Rektor 1 pada tanggal 20 April lalu. Jadwal UAS yang semula akan dilaksanakan mulai tanggal 3 s/d 15 Juli 2017, kini dimajukan 12 s/d 23 Juni 2017. Sejak dirilisnya pemberitahuan perihal majunya jadwal UAS ini dalam salah satu akun resmi DPM UB, sampai saat ini masih menimbulkan banyak kontroversi baik dari kalangan pro maupun kontra. Banyak yang menyetujui bahwa UAS dimajukan sebelum hari raya, namun tidak sedikit pula yang merasa kecewa dengan keutusan tersebut.

Pada tanggal 18 April 2017, DPM UB mengadakan kuesioner online yang dilangsungkan mulai pukul 13.00 WIB hingga 19 April 2017 pukul 13.00 WIB. Total suara masuk sejumlah 9.151 responden, dimana 75.89% diantaranya memilih setuju untuk melaksanakan UAS sebelum hari raya Idul Fitri.

Jadwal UAS yang dimajukan ini memang memiliki plus dan minusnya. Menurut penulis, nilai plusnya adalah mahasiswa UB yang dari luar kota dapat menghemat waktu dan biaya karena tidak perlu bolak-balik serta dapat menikmati liburan hari raya tanpa dibayangi rasa was-was karena belum UAS. Akan tetapi minusnya adalah mahasiswa baru dapat liburan H-3 sebelum lebaran, dimana waktu tersebut juga sangat mepet untuk digunakan menempuh perjalanan mudik para mahasiswa yang kampung halamannya jauh dari Malang.

Hal yang sangat disayangkan adalah sosialisasi yang dianggap sedikit ‘terlambat’, karena sebagian mahasiswa sudah membeli tiket pulang. Banyak mahasiswa yang harus membatalkan tiket dan memesan tiket ulang yang jelas menambah pengeluaran. Ditambah lagi dengan tiket yang sudah habis maupun tinggal tiket dengan harga mahal yang tersisa. Sebagian mahasiswa juga menyayangkan kuisioner yang hanya diadakan satu hari saja dan hanya melalui online, di mana hal tersebut dirasa kurang mewakili mengingat tidak semua mahasiswa online pada hari itu.

Keputusan dimajukannya jadwal UAS ini diambil berdasarkan pertimbangan dari akademik fakultas, mahasiswa, dan karyawan. Tentunya, sudah dikaji dengan baik bagaimana baik buruknya. Dalam semua keputusan pasti menimbulkan pro dan kontra, tinggal bagaimana kita menyikapainya dengan bijaksana. Harapannya, semua mahasiswa dapat ‘legowo’ dengan keputusan yang ada meskipun dirasa sedikit memberatkan. Semoga untuk kedepannya dapat dilakukan perbaikan dan tidak akan ada lagi pihak yang merasa dirugikan. Dan jangan lupa untuk mempersiapkan UAS mulai dari sekarang, ya.

Semoga UAS mendatang diberikan kelancaran dan kemudahan.CYMERA_20170426_211852(1).jpg

MEDIA 5 Edisi April 2017

Kemarin (3/4), telah terbit MEDIA 5 yang merupakan buletin karya anggota baru LPM TECHNO 2017. Kali ini MEDIA 5 hadir dengan headline “KOPASSUS” FTP yang membahas tentang FTP goes to PIMNAS 2017, profil Anik Haryanti Mawapres FTP 2017, dan informasi hangat dan menarik lainnya. Selain itu, juga ada karya-karya sastra dan hiburan kekinian yang dapat menghibur Anda.

Untuk mengetahui lebih lengkapnya, silahkan download pada link di bawah ini. Selamat membaca. SALAM PERSMA!

 MEDIA 5 EDISI APRIL 2017

INTERNATIONAL CONFERENCE MARI BERKARYA UNTUK INDONESIA ICAST 2016!!

1

       The 11th International Conference on Advanced Science and Technology (ICAST 2016) diselenggarakan di Kumamoto pada 8-9 Desember 2016. Sebelum Kumamoto University kembali menjadi tuan rumah, ICAST pernah diselenggarakan juga di Peking University (China), Ewha Womans University (Korea), Ege University (Turkey), Shandong University (China), University of Seoul (Korea), Blaise Pascal University (France) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) (Indonesia). Konferensi ini tidaklah terbatas pada satu bidang tertentu, melainkan mencakup berbagai bidang ilmu di bidang Science dan Technology, peserta dari berbagai negara pun datang ke kampus ini mulai dari Perancis, Colombia, Indonesia, Singapura, Tiongkok, Korea, Filipina, Bangladesh, Afghanistan, India, Malaysia, Maroko, dan masih banyak lagi.

      Sebelum dapat bergabung dengan konferensi ini, peserta harus melewati beberapa seleksi terlebih dahulu. Seleksi pertama diawali dengan penulisan abstrak yang kemudian dikirimkan ke panitia. Setelah abstrak diterima dan memenuhi kriteria penilaian, maka tahap selanjutnya adalah pembuatan full paper. Saat-saat pembuatan full paper inilah yang mempertemukan saya dengan hambatan dalam memperoleh data sekunder. Data sekunder merupakan bagian yang penting dalam pembuatan paper dengan kategori general session. Dalam ICAST sendiri terdapat 2 sesi yaitu, general session dan research sessionResearch session mengutamakan data primer dan diutamakan bagi mahasiswa S2, namun diperbolehkan juga bagi mahasiswa S1 yang melakukan penelitian. Setelah melewati berbagai macam revisi dari panitia, akhirnya saya dinyatakan lolos menjadi presenter dari paper tersebut. Pada konferensi ini, saya mengajukan 2 paper, dan keduanya lolos. Paper pertama tergolong kategori general session dengan judul “Eco-Banana Bioplastic: Banana peels as alternative bioplastics to reduce the use of synthetic plastic that environmentally friendly“. Sedangkan paper saya lainnya tergolong kategori research session dengan judul “Innovation of Nursery Maggot with Technology Automatic Temperature Control to Produce High Nutrition Fish Feed”.

2

      Pada pagelaran ICAST kali ini, saya beserta 10 teman lainnya yang lolos mewakili Indonesia mempresentasikan penelitian kami pada Conference ICAST 2016 di Kumamoto, Jepang. Pada tahun ini, perwakilan dari Indonesia yang lolos sebagai presenter hanyalah berasal dari dua universitas yaitu saya Rizki Septian,  Anggi, Annisa dan Himawan yang berasal dari Universitas Brawijaya, serta Yossi, Dimas, Dhea, Faishol, Nadia, dan Rafi sebagai perwakilan dari ITS. Kami berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti Teknologi Pertanian (seluruh perwakilan dari UB), Teknik Sipil, MIPA (Fisika), Geofisika, Teknik Kimia, dan Arsitektur. Ketika kami tiba di sana, kami belajar banyak hal, mulai dari budaya Jepang hingga sikap dan perilaku orang jepang yang patut ditiru. Sedangkan pada konferensinya sendiri, mengingat lawan presenter kami tidaklah mudah karena tidak hanya mahasiswa S1 dan S2 saja, namun juga mahasiswa S3 yang hampir setara professor. Maka pada hari-hari sebelumnya kami harus mempersiapkan paper dan presentasi dengan baik dan matang.

      Selain mempresentasikan paper, kami juga disambut dengan “Student Exchange Party” pada malam harinya, yang juga dihadiri oleh para pelajar dari Kumamoto University. Di sana, berbagai pertunjukan ditampilkan, baik yang disiapkan oleh panitia maupun inisiatif dari peserta sendiri, termasuk pertunjukan dari seluruh peserta dari Indonesia dalam bentuk menyanyikan lagu yang diiringi alunan biola oleh saya Rizki Septian dan gitar oleh Himawan. Selain itu, kami juga dihibur dengan pertunjukan tarian tradisional oleh para pelajar Jepang. Penampilan tersebut sangat patut diapresiasi karena penampilan mereka begitu energik dan indah, dan juga para pemuda disana terlihat sangat mencintai dan melestarikan budayanya. Tak lupa setelah penampilan, kami berfoto bersama hehe…

 

      Pada hari berikutnya tanggal 10 Desember 2016, para peserta ICAST diberi kesempatan untuk melakukan Field Trip ke Mount Aso. Pemandangan alam di Mount Aso sangatlah indah dengan suhu yang dingin, hampir kurang lebih 3 derajat celcius pada siang hari. Kami sangat menikmati kunjungan wisata tersebut. Banyak hal yang dapat kami petik, mulai dari kebersihan hingga infrastrukturnya yang teratur. Pada perjalanan ini, kami ditemani oleh  mahasiswa senior  PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) yang sedang menempuh studi di Kumamoto University. Sebuah kehormatan dan kebanggan bagi kami karena bisa mengenal mereka. Selain itu, kami juga banyak berbincang-bincang dengan mahasiswa dari luar negeri lainnya.

5

      Pada hari berikutnya, pengurus dan anggota PPI Japan Kumamoto mengajak kami untuk mengunjungi beberapa tempat strategis di Kumamoto seperti Kumamoto Castle, menikmati warna musim gugur di Sakura no Baba, menjajal keramaian Shimotori, serta mencicipi makanan khas Jepang seperti sushi ataupun ramen kokai. Oh iya, Kota Kumamoto terkenal dengan maskotnya yang sedang naik daun yaitu Kumamon (maskot tersebut saat ini menduduki peringkat satu di Jepang karena kepopulerannya). Selain itu, ada juga pabrik Honda (motor) dan Sony yang berada di Kota Kumamoto.

6

     Puncaknya, bersama dengan Fumiku pada tanggal 10 Desember 2016 malam bertempat di Multipurpose Room Kumamoto Islamic Center, kami mengadakan masak dan juga makan bersama dengan para peserta ICAST, sajian semur ayam plus telur, ayam goreng dan bakwan/ote-ote/bala-bala tersaji malam itu. Di sana, teman-teman ICAST menyampaikan uneg-unegnya setelah beberapa hari tinggal di Kumamoto. Acara berjalan lancar dan menyenangkan, semua peserta memberikan kesan positif selama berada di Kumamoto, bahkan menjadikan motivasi kami untuk bisa menjalani kuliah di luar negeri menjadi semakin bergelora. Kami banyak berbagi cerita dengan kakak-kakak PPI, di tengah dinginnya suhu saat itu, namun ruangan terasa hangat dan nyaman. Sangat menyenangkan bisa tertawa lepas bersama kakak PPI dan teman-teman lainnya, hingga hal tersebutlah yang menjadikan kami akrab. Tak luput rasa haru juga menyelimuti ruangan tersebut, kami merasa seperti bertemu keluarga kandung sendiri.

    Tak terasa sudah seminggu kami berada di Kumamoto, karena setiap pertemuan pasti ada perpisahan, pada tanggal 11 Desember 2016 kami satu persatu meninggalkan Kumamoto. Selamat pulang ke tanah air teman-teman, selamat kembali berkarya, sampai jumpa kembali di lain kesempatan. Semoga pengalaman saya ini juga dapat memicu semangat dan motivasi teman-teman pembaca. Saya tunggu kabar dan cerita ICAST selanjutnya…..

7

Rizki Septian Candra Kusuma

Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian, Angkatan 2013

Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.

TECHNO FREEDOM MARET 2017

Silahkan download techno freedom edisi Maret 2017 pada link dibawah ini. Selamat membaca!

techno freedom maret 2017 (read mode)